Lakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Jabar Ajak Mahasiswa Tingkatkan Partisipasi Warga di Pemilu 2024




VOKALOKA.COM - Bawaslu Jabar bersama dengan Bawaslu Kabupaten Sumedang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Tahapan Kampanye Pemilu tahun 2024, bertempat di Backspace Cafe, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Selasa, 26 Desember 2023.

Dalam kegiatan Sosialisasi tersebut, Lulli Rusli yang merupakan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumedang mengajak para peserta berbagi dan bertukar pikiran guna memperkuat proses pengawasan partisipatif pada tahapan kampanye Pemilu 2024.

“Pada momen kali ini, bagaimana ruang lingkup silaturahim ini kita jalankan, kita bisa berbagi dan bertukar pikiran dengan para penyelenggara pemilu yang diberi amanah tugas menjadi anggota Bawaslu Kabupaten atau Kota masing-masing,” tuturnya.

Lulli Rusli menyampaikan bahwa mahasiswa harus sadar terhadap pendidikan politik. Sebab, menurutnya, mahasiswa adalah aktor yang selalu ditempa di ruang akademik dan dunia kampus.

“Karena mereka adalah aktor yang selalu ditempa di ruangan akademik atau dunia kampus. Selain itu, kita juga mendorong untuk menjadi pelaku politik dalam momentum Pemilu dan Pilkada,” kata Lulli Rusli.

Sebagai informasi, para peserta yang menghadiri kegiatan sosialisasi Pengawasan Partisipatif Kampanye Pemilu 2024 tersebut, kebanyakan dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi.

Pada kesempatan yang sama pula, Pimpinan Bawaslu Provinsi Jabar Kordiv Hukum Usep Jauhari, turut mengingatkan kepada mahasiswa untuk menjadi aktor dalam proses Pemilu 2024. Bukan hanya diam dan menonton.

Lebih dalam, Usep Jauhari juga menerangkan bahwa Pemilu 2024 merupakan titik awal untuk menentukan arah peradaban bangsa kedepan. 

“Pemilu bukan sebatas lima tahunan, tetapi menjadi sarana kedaulatan rakyat sebagai titik awal untuk menentukan arah peradaban bangsa kedepan,” kata Usep Jauhari.

“Karena, pemilu menentukan siapa yang menjadi pemimpin kedepan yang akan menjadi pijakan bangsa. Karena proses politik tidak terlepas dari kehidupan politik kita, maka titik awal ditentukan oleh proses tahapan Pemilu,” tambahnya. 

Selanjutnya, Usep Jauhari juga memberi arahan bahwa tahap awal yang bisa dilakukan mahasiswa untuk proses pengawasan partisipatif adalah dengan melibatkan warga untuk berpartisipasi pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang,

“Langkah yang harus dilakukan dengan niatan dan proses dengan cara yang baik, cara yang baik dilakukan dengan cara melibatkan partisipasi aktif warga,” ujarnya. 

“Apabila partisipasi ditutup akan menghasilkan proses yang kurang baik, partisipasi itu harus dilakukan dan dibuka ruang dalam semua tahapan penyelenggara pemilu,” tambahnya.

Kemudian, menurut Usep Jauhari, pengawasan partisipatif adalah tugas dari Bawaslu, tetapi menjadikan warga ikut berpartisipasi dalam pendidikan politik itu adalah tugas kita semua. 

“Memilih adalah hak, maka hak kita harus diperjuangkan. Sehingga hak kita harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kita memiliki tanggung jawab dalam mensukseskan pesta demokrasi, maka kita ciptakan ruang kolaborasi,” katanya.

“Sebuah komunitas kita harus senantiasa membuka ruang dialektika dan adu gagasan. Karena dalam pemilu ini jangan sampai dicederai oleh perbuatan yang merugikan, misalkan money politik, kita harus mengingatkan, agar proses demokrasi tidak dirusak,” pungka Usep Jauhari.

Turut hadir dalam Sosialisasi tersebut Anggota Bawaslu Kota Bandung Bayu Galih, Narasumber dari pemantau pemilu yakni Aprilia Eka Dani, dengan mengundang para peserta dari GP Ansor 10 orang, pengurus PK PMII UNPAD 10 orang, pengurus IPNU 10 orang, pengurus IPPNU 10 orang dan pengurus Fatayat 10 orang.***

ROMANTISME MASA KE PRESIDENAN SOEHARTO MENJELANG PILPRES 2024



Romantisme dimaknai sebagai sebuah kecenderungan seseorang melihat sisi positif pada suatu peradaban di masa lalu yang jauh berbeda dengan peradaban saat ini. Dalam sejarah juga romantisme sering dianggap pandangan terhadap masa lalu yang berlarut-larut serta ingin membawa kondisi baik di masa lalu ke masa sekarang.

Pemikiran romantisme ini muncul pada awal abad ke-19 dengan ditandai maraknya aksi apresiasi kepada tokoh-tokoh besar pada zaman pertengahan di Eropa. Beberapa tokoh filsafat yang tergolong dalam romantisme diantaranya Francois Auguste, Waltert Scott, Thomas Charlyle.

Saat ini Indonesia sedang menuju persiapan penyelenggaraan Pilpres 2024. Terdapat tiga calon yang sudah diusung oleh berbagai partai yaitu pasangan nomor urut 1 diduduki oleh Anies Baswedan dan Muhaimin, sedangkan pasangan nomor urut 2 yaitu Prabowo dan Gibran, dan pasangan nomor urut 3 adalah Ganjar dan Mahfud MD. Meskipun terdapat 3 calon presiden yang hebat dengan berbekal pengalaman memimpin yang mumpuni namun tidak dapat dipungkiri romantisasi masyarakat tetap muncul terhadap kembalinya masa keemasan dari kepemimpinan Soeharto yang dimana perekonomian kian makmur dengan segala bahan pokok dibandrol dengan harga terjangkau, bahan bakar yang mujrah dan melimpah hal ini berbalik dengan kondisi yang terjadi pada saat ini



Nama               :Nadhira Aqillahaya

Nim                 : 1205010128

Matakuliah      : Filsafat Sejarah

Challenge and Response pada Upacara Adat Seren Taun di Kampung Sodong, Ciamis


Introduction

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan terdiri dari berbagai suku yang memiliki budaya yang beragam. Namun kesadaran  nasionalisme,  nilai-nilai budaya nasional, dan tradisi  belum tertanam di benak masyarakat Indonesia. Keadaan  ini membuat nilai-nilai keindonesiaan sampai ke akar-akarnya dan mencari sumbernya.

Di zaman modern, kearifan lokal semakin tertindas dan terlupakan. Orang cenderung menganggap sesuatu yang diimpor dari peradaban Barat sebagai hal yang modern. Menjadi modern adalah suatu keharusan agar bisa bersaing dengan negara-negara modern di dunia. Modernitas adalah tujuannya. Meskipun tujuan menjadi bangsa modern mungkin sama bagi seluruh umat manusia, namun cara mencapainya mungkin berbeda dan hasil modernisasi juga mungkin berbeda. Perbedaan modernitas merupakan warisan gagasan lokal yang telah ada di setiap daerah selama berabad-abad.

Pembelajaran dasar-dasar cara berpikir lokal memberikan pemahaman bersama tentang kehidupan berbangsa dengan cara berpikir lokal yang sangat beragam. Hidup bersama di Indonesia memerlukan saling memahami kearifan lokal. Memaksakan gagasan lokal tertentu kepada orang lain dapat dengan mudah menimbulkan kesalahpahaman.

Masyarakat adat setempat mempunyai kewajiban untuk kembali pada jati dirinya dengan menggali dan memaknai nilai-nilai luhur budaya yang ada sebagai sumber  kearifan lokal. Upaya ini harus dilakukan untuk mengungkap makna substantif kearifan lokal. Oleh karena itu, masyarakat harus mengembangkan kesadaran, integritas, seperangkat nilai-nilai budaya yang luhur, dan mensosialisasikannya menjadi prinsip-prinsip kehidupan yang bermartabat.

Dalam rangka menggali dan melestarikan nilai kearifan lokal, masyarakat desa Sodong Tambaksari Ciamis, anggota masyarakat adat atau komunitas Geger Sunten, melestarikan budaya tradisional yang merupakan adat masyarakat setempat dengan cara menjalankan praktek-praktek adat, salah satunya adalah “Seren Taun”.

Method

Manusia dalam hidup bermasyarakat banyak mendapatkan tantangan. Dari setiap tantangan tersebut pasti akan menimbulkan respon, baik respon positif maupun negatif seperti dikatakan oleh Arnold J. Toynbee seorang sejarawan Inggris yang lahir tahun 1889, yang menggemparkan sejarah dunia dengan karangannya: A Study Of History terdiri dari 12 jilid yang tebal. Teori Toynbee didasarkan atas penyelidikan berbagai kebudayaan di dunia, yang berpandangan bahwa kebudayaan akan berkembang dan mencapai puncaknya kemudian akhirnya menghasilkan sesuatu yang gemilang. Kesimpulan dari teorinya adalah bahwa dalam gerak sejarah tidak terdapat hukum tertentu yang menguasai dan mengatur timbul tenggelamnya kebudayaan-kebudayaan dengan pasti.

Arnold J. Toynbee telah memperkenalkan sejarah dalam kaitan dengan teori Challange and Response. Berdasarkan teori tersebut, budaya bisa muncul karena tantangan dan respon antara manusia dan alam sekitarnya, serta pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan oleh sebagian kecil pemilik kebudayaan. Selain itu menurut Arnold J. Toynbee tantangan dan respon muncul akibat dari adanya kausalitas baik dalam ide, wacana, maupun gerak.

Tantangan dan respons adalah teori mengenai dialektika sejarah dan budaya akibat kausalitas dari adanya tantangan dan respons, baik dalam ide, wacana, maupun gerakan. Gerak siklus sejarah (yang mengikuti proses lahir-berkembang-runtuh) yang dirumuskan dalam teori Challenge and Response, bahwa peradaban modern selanjutnya mengalami kehancuran karena ide progresivisme bertentangan dengan hakekat nature (alam).

Teori ini mengatakan setiap gerakan sejarah timbul karena ada rangsangan, sehingga akan muncul reaksi yang melahirkan perubahan. Rangsangan ini cenderung dilakukan oleh segelintir orang yang dinamakan sebagai kelompok minoritas dominan.

Pertumbuhan peradaban tergantung pada perilaku minoritas (elite) kreatif. Seluruh tindakan sosial adalah kaya individu-individu pencipta, atau terbanyak karya minoritas kreatif. Namun kebanyakan umat manusia cenderung tetap terperosok dengan cara-cara hidup lama. Dengan pimpinan elite, peradaban akan tumbuh melalui serentetan tanggapan yang berhasil menghadapi tantangan yang berkelanjutan.

Research

Upacara seren taun merupakan acara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lumbung, atau dalam bahasa Sunda disebut leuit. Adat seren taun ini dilaksanakan oleh  masyarakat Kampung Sodong  Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Sunda.

Budaya yang masih tetap dipertahankan oleh masyarakat geger sunten Kampung Sodong ini menunjukkan makna kebersamaan, menegakan kebenaran, selamanya menggantungkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Falsafah yang menjadi pegangannya “Tumut Dipitutur Sepuh, Taat dipituah rama”. Maksudnya adalah tidak goyah dengan ketentuan adat yang sudah diamanatkan dari leluhurnya, memegang teguh aturan adat walau banyak rintangan yang menghalanginya. Sementara kondisi sosial keagamaan masyarakat Sodong Tambaksari memeluk agama Islam. Adapun acara-acara adat yang biasa dilakukan, merupakan warisan nenek moyang yang tidak bisa ditinggalkan demi mempertahankan budaya leluhur yang dapat membangun karakter bangsa berupa nilai-nilai kearifan lokal yang bisa diaktualisasikan dalam kehidupan.

Ritual adat seren taun di Kampung Sodong yang dimulai tahun 2003 ini, pada awalnya hanya berbentuk prosesi yang sederhana dan tertutup dalam arti belum dikenal oleh masyarakat luas. Mulai tahun 2009 baru terbuka untuk umum masyarakat luas sebagai tempat wisata dan sejarah adat sunda, bahkan kalangan tokoh yang mempunyai perhatian terhadap adat masyarakat sunda pun hadir dari berbagai kalangan dan berbagai daerah.

Dalam acara seren taun tersebut, rangkaian acaranya diawali dengan beberapa sambutan dari pemerintahan, tokoh masyarakat dan dari ketua adat sendiri. Setelah sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan acara pokok seren taun. Dengan dibarengi musik gamelan kesenian adat sunda setempat, prosesi acara adat seren taun pun digelar. Hal yang paling penting dalam acara itu dan merupakan ciri khusus  adat seren taun di kampung Sodong adalah apa yang disebut “Bentang Boeh Larang”. Dalam acara seren taun itu kain putih yang ukuran 2 x 3 meter yang tidak dijait (seperti kain ihram) dibentangkan oleh 6 perempuan, yang tetap diiringi musik dan do’a-do’a yang dipanjatkan. Semua personil acara seren taun itu jumlahnya ada 17 orang. 

Kain putih tersebut terus dibentangkan sampai acara selesai. Dibelakangnya diikuti oleh pengikut perempuan juga yang membawa berbagai makanan berupa bebetian. Tampak empat sasajen yang berisi berbagai hasil bumi dihiasi dengan hiasan janur. Sasajen ini merupakan adeg-adeg dari pucuk, kembang, buah, dan beuti. Sementara di sisi lainnya, sebuah kotak besar yang merupakan leuit berukuran kecil tampak ditutupi oleh kain hitam. Leuit ini dalam masyarakat adat, disebut juga Leuit Ratna Inten, Si Jimat atau Leuit Indung. 

Leuit tersebut merupakan tempat untuk ngaruwat Pohaci. Di dalamnya tersimpan dua jenis padi yang disebut pare indung yang ditutup dengan kain putih dan pare abah yang ditutup dengan kain hitam. Kedua padi itu merupakan benih unggulan hasil panen masyarkat yang diserahkan kepada ketua adat. Benih yang sudah diberkati ini disimpan di dalam leuit untuk dijadikan bibit padi untuk ditanam di musim tani berikutnya. Dalam acara tersebut ada juga prosesi memercikan air ke arah kain, berdo’a sambil membakar kemenyan.

Setelah acara selesai dan prosesi adat telah sempurna, kain putih tersebut dilipat dan disimpan lagi untuk acara adat tahun selanjutnya. Kemudian semua yang hadir bergabung untuk menikmati makanan yang sudah disediakan. Tidak ada pembatas antara semua yang hadir untuk sama-sama menikmati makanan, baik yang dibawa masing-masing atau yang sudah disediakan oleh ketua adat sendiri. Semua bergabung tidak ada pembatas, baik status sosial ataupun antara yang tua, muda, anak-anak semua campur bergabung.

Selanjutnya, acara diteruskan pada malam hari dengan menggelar pengajian berupa siraman rohani untuk masyarakat yang dipimpin oleh ulama setempat atau mendatangkan dari luar daerah. Sehingga dalam rangkaian acara adat seren taun di Kampung Sodong yang digelar dari siang sampai malam ada semacam nilai keseimbangan antara budaya adat dan penanaman syariat Islam yang disampaikan dari tokoh agama.

Makna dari Upacara Seren Taun adalah  serah terima tahun lampau kepada tahun yang akan datang, dan merupakan wahana syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang dilaksanakan pada tahun terdahulu disertai harapan agar tahun selanjutnya kehidupan pertanian akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Tradisi ini sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Sunda.

Dari semua keterangan di atas, intinya acara adat seren taun yang dilaksanakan di daerah-daerah, khususnya Jawa Barat, walaupun ada kekhasan masing-masing daerah, akan tetapi secara umum mempunyai maksud yang sama yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt, atas nikmat yang telah diberikan pada tahun yang lalu, dengan harapan pada tahun mendatang segala sesuatunya akan lebih baik.

Dari setiap rangkaian upacara adat seren taun yang digelar oleh masyarakat adat Kampung Sodong tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Makna itu adalah berupa nilai-nilai kearifan lokal yang bisa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kearifan lokal itu, di antaranya :

1.      Tanggung jawab

2.      Menjauhkan kesombongan

3.      Gotong royong

4.      Toleransi

5.      Tanda syukur

Analysis

Nilai kearifan lokal merupakan proses yang ditimbulkan dari hasil pelaksanaan upacara adat seren taun. Dengan demikian challenge dan response tersebut berinteraksi dan menunjukkan pola atau struktur tertentu dalam perkembangannya.

Aktivitas budaya sebagai aktivitas fisik yang disadari, dimengerti, dan direncanakan berkaitan sangat erat dengan nilai-nilai. Tidak saja menciptakan nilai terhadap karya budaya, tetapi juga terikat oleh nilai-nilai, baik nilai estetika, logika ataupun etika. Oleh karena itu, aktivitas budaya dalam segala perwujudannya selalu memperhatikan nilai-nilai estetika, juga tidak dapat mengabaikan nlai-nilai logika atau epistemologi dan tidak pula melepaskan diri dari nilai etika, karena ia pada dasarnya merupakan proses perwujudan nilai-nilai itu sendiri. 

Aktivitas seni budaya pada masyarakat Adat seolah menjadi satu kewajiban, sehingga rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya keyakinan masyarakat akan nilai-nilai seni budaya yang terkandung di dalamnya. Keanekaragaman budaya daerah merupakan potensi sosial yang dapat membentuk karakter dan citra budaya  pada masing-masing daerah, serta merupakan bagian penting bagi pembentukan citra dan identitas budaya suatu daerah.

Masyarakat  kampung Sodong Tambaksari Ciamis yang tergabung dalam komunitas masyarakat adat Geger Sunten berusaha melestarikan kebudayaan tradisional yang merupakan adat masyarakat setempat dengan menggelar upacara adat “Seren Taun” (mapag taun).

Discussion

Rangkaian acara adat seren taun itu sebagai upaya atau cara untuk mempertahankan nilai kearifan lokal yang membentuk karakter bangsa yang bermartabat. Dimana nilai-nilai tersebut di zaman sekarang ini sudah mulai terlupakan dan ditinggalkan.

Dari acara adat seren taun yang diselenggarakan oleh masyarakat adat Kampung Sodong Tambaksari Ciamis tersebut ada nilai-nilai kearifan lokal yang bisa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya tanggung jawab, menjauhkan kesombongan, saling menghormati/toleransi, gotong royong, dan tanda syukur.

Dengan demikian, acara adat seren taun dalam budaya lokal memerlukan peran generasi muda kita agar nilai dalam unsur kebudayaan yang ada di Indonesia tetap melekat pada diri generasi muda kita agar tidak hilang suatu ajaran yang bernilai positif pada kebudayaan yang ada di Indonesia dan terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah.


KEBERAGAMAN PEMICU KONFLIK BUDAYA DI INDONESIA



Introduction

            Indonesia adalah sebuah negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Negara Indonesia memiliki beribu-ribu macam pulau, baik pulau kecil maupun pulau besar. Yang dimana didalam pulau tersebut dihuni oleh masyarakat Indonesia dengan berbagai macam keberagaman. Keberagaman di Indonesia itu tercipta ketika negara ini berhasil mengusir para penjajah dari tanah Indonesia itu sendiri yang kemudian menjadi negara merdeka. Tentunya keberhasilan ini tidak terlepas dari usaha para pejuang kita terdahulu dalam mempertahankan tanah Indonesia. Perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia tentu saja memiliki ciri khas tersendiri di setiap wilayahnya. Namun, dengan kesamaan nasib masyarakat ketika dijajah inilah yang membuat persatuan dan kesatuan antara masyarakat semakin kuat. Yang kini telah melahirkan kemerdekaan tersebut.

            Setelah Indonesia merdeka, negara ini kemudian menyusun serta mengatur jalannya struktur pemerintahan. Dimana pada saat itu Ir.Soekarno sebagai presiden pertama yang di dampingi wakil presiden Moh.Hatta. ini memimpin Indonesia. Pasca kemerdekaan ini, keberagaman ini kemudian diikat dengan kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kata ini juga diperkuat oleh pernyataan didalam isi Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Didalam isi Sumpah Pemuda itu ada kata Bahasa yang mempersatukan keragaman kita semua yaitu Bahasa Indonesia. Keberagaman negara Indonesia juga bukan hanya pada bahasanya saja, akan tetapi juga keberagaman pada suku,ras,budaya golongan dan agama.

            Namun, keberagaman di masyarakat Indonesia sendiri lambat laun sudah mulai goyah. Hal itu dipicu dengan banyaknya konflik yang muncul di kalangan masyarakat Indonesia. Baik itu konflik sosial, budaya, suku, agama dan lain sebagainya. Dengan adanya sekelompok oknum-oknum yang mencoba untuk menghasut masyarakat satu dengan masyarakat lainnya diatas kepentingan pribadinya. membuat keberagaman masyarakat mulai hancur. Presiden Soekarno juga pernah berkata bahwasanya “perjuangan yang paling sulit itu bukan mengusir para penjajah dari tanah Indonesia ini, melainkan lebih sulitnya melawan rakyat sendiri.” Dari pernyataan diatas penulis dapat simpulkan bahwasanya perjuangan dalam mempertahankan tanah Indonesia yang paling sulit bukan dari para penjajah akan tetapi sulitnya mempertahankan keberagaman serta kesatuan yang telah ada sejak dahulu. Dengan banyaknya konflik budaya yang terjadi di Indonesia, pemerintah harus selalu siap siaga supaya kehancuran negara ini tidak terjadi. Salah satu konflik budaya yang pernah terjadi di Indonesia adalah tragedi Sampit. Dimana bermula dari sekelompok etnis Dayak dengan Madura melakukan perseteruan selama 10 hari dan memakan korban jiwa sebanyak 469 orang.

 

Metode

            Didalam penulisan artikel ini, penulis mencoba menerapkan teori dari Samuel Philips Huntington(1927-2008) yaitu teori konflik antar peradaban. Menurutnya, konflik yang akan terjadi di masa depan adalah adanya benturan peradaban dan kebudayaan.

Menurut Huntington juga, yang menjadi timbulnya benturan antar-peradaban yaitu ada lima faktor;

1.      Perbedaan peradaban seperti Bahasa, budaya dan agama.

2.      Meningkatnya interaksi menimbulkan kesadaran antara persamaan dengan perbedaan yang dilihat dari latar belakang seseorang.

3.      Proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial.

4.      Tumbuhnya kesadaran yang di bawa oleh barat dalam bentuk dominasi politik dan budaya kepada negara-negara lemah.

5.      Karakteristik dan perbedaan budaya yang kurang menyatu.

Huntington menekankan bahwa benturan antar-peradaban terjadi di dunia ini bukan oleh faktor ekonomi, politik dan ideologi. Akan tetapi, justru masalah tersebut dipicu oleh perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan.

 

Research

            Di Indonesia sendiri, konflik antar budaya sudah lumayan banyak terjadi. Dengan keberagaman yang berbeda-beda tentu saja banyak misskomunikasi antar masyarakat. Apalagi ketika kesejahteraan masyarakat lokal mulai menurun dibandingkan warga pendatang. Sifat iri yang berlebihan dimasyarakat luas maka hal itu memungkinkan menjadi ciri-ciri konflik antar masyarakat itu muncul. Sejarah telah mencatatkan ada beberapa konflik antar budaya yang telah terjadi di Indonesia. Contoh study kasus yang diambil oleh penulis ialah;

 

Konflik Sampit

Konflik ini merupakan konflik yang terjadi antara suku Dayak dengan Madura di wilayah Kalimantan Tengah. Konflik tersebut terjadi pada tahun 2001 yang dipicu oleh adanya kecemburuan sosial di masyarakat Dayak dengan Madura. Waktu itu perekonomian disana sangat di dominasi oleh suku pendatang yang membuat memanas warga lokal. Dilain sisi juga, kedua suku itu sering sekali terlibat perseteruan. Namun, konflik ini kemudian menjadi brutal. Hal itu ditandai dengan suatu kejadian pembunuhan orang Dayak serta adanya pembakaran yang dilakukan. Akibatnya suku Dayak menjadi marah besar yang kemudian mulai menyerang masyarakat Madura. Dari kejadian tersebut banyak sekali korban yang berjatuhan tanpa melihat identitas, entah itu tua, muda, anak-anak maupun orang dewasa. Aparat pemerintah juga mulai ikut turun tangan dengan cara mengevakuasi warga dam mencoba membantu menyelesaikan konflik tersebut. Konflik ini berjalan cukup lama hingga 10 hari dan memakan korban kurang lebih 469 jiwa.

Analisis

            Dari contoh peristiwa diatas, benar adanya apa yang telah dikatakan oleh Samuel Philips Huntington, bahwasanya peradaban atau kebudayaan itu akan menjadi sebuah pemicu untuk terjadinya konflik di masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya contoh kasus konflik antar budaya di Indonesia. Itu semua kebanyakan dipicu oleh perbedaan suku,budaya,ras, agama serta golongan pada suatu kaum. Keberagaman juga tak selamanya berjalan dengan baik tentu saja banyak problem di dalam praktiknya. Oleh karena itu, pemerintah harus terus memperhatikan serta siap siaga dan juga memberikan arahan kepada masyarakat supaya sikap kewarganegaraan di Indonesia dapat tercipta dengan baik.

Discussion

            Keberagaman di Indonesia tentunya banyak sekali, mulai dari agama, suku, ras, budaya, golongan dan lain sebagainya. Dibalik kata keberagaman juga, tidak semua orang memahaminya sehingga membuat misskomunikasi antar masyarakat yang memicu adanya konflik sosial. Seperti konflik sampit yang telah menjadi sebuah renungan bagi masyarakat Indonesia untuk saling menghargai antar sesame. Bahwasanya semua warga masyarakat Indonesia berhak untuk tinggal di negara tersebut. Dengan saling menghargai keberagaman yang ada maka persatuan dan kesatuan negara akan tercipta.

Menjelajah Goa Belanda di Tahura Djuanda

VOKALOKA.COM, Bandung - Tahura Djuanda yang merupakan singkatan dari Taman Hutan Raya Ir.H.Juanda yang terletak di Dago, sebelah Utara Kota Bandung dan berjarak kurang lebih tujuh kilometer dari pusat kota. 

Untuk memasuki kawasan seluas 590 hektar ini, Anda harus melewati Gerbang Letjen Mashudi dan mengunjungi loket tiket untuk mendapatkan tiket masuk, tenang harga nya terjangkau, hanya Rp,- 15.000 untuk 1 tiket, anak kecil dibawah 2 tahun tidak dikenakan biaya.

Di dalamnya, selain ada beraneka ragam tumbuhan dan satwa yang menarik, ada juga peninggalan sejarah yang tak kalah unik, yaitu Goa Belanda.

Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh untuk menuju ke Goa Belanda.

Anda bisa menyusuri jalan setapak atau melalui jalan raya yang telah di aspal. Bagi Anda yang memutuskan berjalan kaki melalui jalan setapak, Anda akan melihat di sepanjang jalan kiri dan kanan, begitu banyak pepohonan besar yang cukup indah, namun jangan sampai terlena, tetaplah berhati - hati, karena ada tebing jurang yang curam.

Goa Belanda mulai dibangun sekitar tahun 1920-an. Bagi rakyat Indonesia, keberadaan goa ini menyimpan banyak duka, karena tidak sedikit rakyat Indonesia yang meninggal akibat kerja paksa untuk menciptakan goa Belanda ini.

Tekstur dinding goa Belanda telah dilapisi dengan beton, Goa Belanda memiliki terowongan yang panjang nya mencapai 144 meter.

Jika anda berniat menyusuri gelapnya terowongan gua, Anda bisa menyewa senter yang ditawarkan oleh warga sekitar dengan harga Rp,- 5.000 untuk 1 senter.

Di dalam goa, hawa udara terasa lembab dan juga pengap, Anda harus hati-hati saat berjalan di dalam goa karena tekstur jalannya terbuat dari bebatuan. Di beberapa tempat, tinggi jalannya tidaklah rata. Kondisi tekstur dinding terasa kasar dan dilapisi lumut putih, di beberapa spot dinding terlihat besi-besi tua yang digunakan sebagai penahan jalur instalasi pipa zaman dulu.

Penulis : Salwa Nabilah S.C